<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dirga18&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://dirga18.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dirga18.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Dec 2010 15:12:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dirga18.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Dirga18&#039;s Blog</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dirga18.wordpress.com/osd.xml" title="Dirga18&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dirga18.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD Kenapa Tidak?</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/25/pemilihan-kepala-daerah-oleh-dprd-kenapa-tidak/</link>
		<comments>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/25/pemilihan-kepala-daerah-oleh-dprd-kenapa-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 00:34:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirga18</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan bupati]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan kepala daerah oleh dprd]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan kepala daerah secara demokratis]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan walikota]]></category>
		<category><![CDATA[Pemilu kepala daerah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirga18.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Ada wacana berkembang secara national bahwasannya pemilihan kepala daerah sebaiknya dikembalikan kepada DPRD baik Propinsi, Kabupaten/Kota. Tentunya pemikiran ini bukan tanpa alasan, ditengarai setelah kurun waktu lima tahun kita menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara langsung telah banyak menimbulkan permasalahan, baik konflik vertical maupun horizontal yang sering kemudian berakhir di Mahkamah Konstitusi. Dari segi hasil juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=74&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada wacana berkembang secara national bahwasannya pemilihan kepala daerah sebaiknya dikembalikan kepada DPRD baik Propinsi, Kabupaten/Kota. Tentunya pemikiran ini bukan tanpa alasan, ditengarai setelah kurun waktu lima tahun kita menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara langsung telah banyak menimbulkan permasalahan, baik konflik vertical maupun horizontal yang sering kemudian berakhir di Mahkamah Konstitusi. Dari segi hasil juga belum menunjukan hasil yang memuaskan karena sering sekali rakyat ( baca: masyarakat pemilih ) disuguhkan pilihan-pilihan yang tidak rasional seperti pendekatan keluarga, kelan ( soroh ), bahkan intimidasi sekalipun. sering sekali baik partai pilitik maupun sang kandidat tidak memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat dalam terutama dalam urusan menentukan pilihan politik. Sering mereka ( partai politik- red ) tidak  memberikan keleluasaan kepada masyarakat pemilih untuk menilai sang kandidat secara objektif dengan pendekatan kompetensi calon bersangkutan. (“ pokok ne nyame ne jani maju dadi calon, kenken je carane pokokne harus pilih ye, nyak ye bise nyak ye sing” ) “ ( kini saatnya saudara kita menjadi calon , bagaimanapun caranya harus dipilih, entah dia mampu atau tidak itu urusan nanti ). Begitulah kata seorang teman saya yang menjadi tim sukses salah satu kandidat di Kabupaten Tabanan. Dengan kondisi sebagian besar  kita seperti sekarang ini dimana latar belakang pendidikan, ekonomi yang masih terbelakang, money politik juga sulit dihindarkan didalam pemilihan langsung dan biaya yang ditanggung pemerintah daerah dalam bentuk APBD juga tergolong sangat tinggi. Sebuah lembaga study keuangan mensinyalir APBN kita banyak yang tersedot untuk biaya pilkada langsung baik Gubernur, Bupati maupun Wali Kota.</p>
<p>Priseden Susilo Bambang Yudoyono dalam sebuah konferensi pers setelah mengadakan pertemuan dengan lembaga tinggi Negara di istana Bogor juga menyinggung persoalan pemilihan kepala daerah secara langsung ini sebagai sebuah kajian nasional dalam lima tahun kepemimpinannya kedepan. Salah satu alasannya adalah itu tadi anggaran Negara yang harus dialokasikan untuk pilkada langsung terlalu tinggi.</p>
<p>Ada beberapa alasan menurut penulis kenapa sebaiknya pimilihan kepala daerah ( Pilkada )  dikembalikan kepada DPRD baik Propinsi untuk Gubernur, Kabupaten/Kota untuk Bupati / Wali Kota, diantaranya :<span id="more-74"></span></p>
<p><strong>1. </strong><strong>Konstitusi.</strong></p>
<p>Konstitusi kita sesungguhnya tidak mengatur secara khusus prihal Pemilihan Kepala daerah secara langsung, karena jelas tertulis pada UUD 1945 Amandemen pasal 18 ayat 4 bahwa: Gubernur, Bupati dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah Pripinsi, Kabupaten dan Kota dipilih secara Demokratis. Demokratis dapat berarti langsuang ataupun tidak langsung. <strong> </strong></p>
<p><strong>2. </strong><strong>Pancasila.</strong></p>
<p>Pancasila khususnya sila keempat sudah sangat jelas mengatakan bahwa kita menganut faham demokrasi dengan system perwakilan. ( Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan ). Kemudian jikalau Presiden dan wakil Presiden dipilih secara langsung, Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) dipilih secara langsung, kemudian DPR/DPRD propinsi/ kabupaten/ kota juga dipilih secara langsung dengan system tarung bebas, kemudian Gubernur, Bupati dan Walikota juga dipilih secara langsung, untuk apa masih ada sila keempat didalam Pancasila? <strong></strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Money Politik ( Politik Uang )</strong></p>
<p>Masalah politik uang sangat susah ditiadakan didalam setiap proses politik di Indonesia paling tidak untuk ukuran saat ini dan barangkali 10-15 tahun kedepan. Tentunya pendapat ini masih perlu dikaji kebenarannya melalui sebuah kajian akademis. Tetapi pada setiap alang Pilkada secara langsung yang sudah berlangsung selama kurun waktu lima tahun terakhir, persoalan money politik selalu menghiasi kampanye Pilkada. Entah itu dengan alasan medana punia     ( menyumbang )  pada saat medarmaswaka ( bersilahturami ) dengan kelompok masyarakat atau secara kasat mata pada saat beberapa hari sebelum pencoblosan. Bahkan nilainya tidak tanggung-tanggung seorang kandidat bisa menghabiskan puluhan milyar untuk Pilkada Bupati/ Walikota, mungkin bisa dua sampai tiga kali lipat untuk Gubernur. <strong></strong></p>
<p><strong>4. </strong><strong>Netralitas PNS.</strong></p>
<p>Sudah tidak terbantahkan lagi, dengan pemilihan kepala daerah secara langsung netralitas PNS sangat sulit dijaga dan dipertanggungjawabkan. Bagaimana tidak kalau seorang Gubernur / Bupati / Walikota yang masih berkuasa atau calon incumbent sudah dapat dipastikan akan menarik gerbong PNS untuk mendukungnya dengan segala intervensi dan intimidasi. disini sangat rentan terjadi penyalahgunaan kewenangan dan kekuasaan bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi penyalagunaan keuangan daerah pada instansi tertentu dalam proses penganggaran pada saat menjelang Pilkada. Sebaliknya dengan system perwakilan PNS sangat nyaman didalam melakukan tugas-tugasnya, karena wilayah konflik berada pada partai politik dan DPRD. <strong></strong></p>
<p><strong>5. </strong><strong>Pertanggungjawaban Kepala Daerah Tidak Jelas.</strong></p>
<p>Dengan pemilihan secara langsung pertanggungjawaban kepala daerah menjadi tidak jelas karena kepala daerahnya dipilih secara langsung oleh rakyat dan pertanggungjawabannya diberikan kepada DPRD. Sehingga pertanggungjawaban kepala daerah hanya merupakan laporan dan DPRD tidak berhak untuk memberikan penilaian.<strong></strong></p>
<p><strong>6. </strong><strong>Beban APBD.</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Tidak dapat dibantah oleh siapapun bahwasannya Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah lumayan banyak tersedot untuk penyelenggaraan Pilkada langsung, baik itu anggaran logistic Pilkada, anggaran untuk sumber daya manusia dari KPUD sampai KPPS, terutamanya anggaran untuk keamanan karena Pilkada langsung sangat rentan memicu konflik baik vertical maupun horizontal dan apabila itu sampai terjadi cost yang ditanggung oleh pemerintah daerah baik materi maupun inmateri akan menjadi sangat besar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirga18.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirga18.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirga18.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirga18.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirga18.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirga18.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirga18.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirga18.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirga18.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirga18.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirga18.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirga18.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirga18.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirga18.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=74&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/25/pemilihan-kepala-daerah-oleh-dprd-kenapa-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89d2261fb5efcbb634be8727a222f8f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirga18</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Pansus D DPRD Gianyar (2).</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/08/catatan-perjalanan-pansus-d-dprd-gianyar-2/</link>
		<comments>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/08/catatan-perjalanan-pansus-d-dprd-gianyar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 04:56:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirga18</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Wakil rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[objek retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[objek wisata]]></category>
		<category><![CDATA[retribusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirga18.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Rabo tanggal 6 Januari 2010 Pansus D DPRD Kabupaten Gianyar mengunjungi dua desa yaitu desa Peliatan, Kecamatan Ubud dan desa Bukian, Kecamatan Payangan dalam rangka melakukan sosialisasi, penjaringan aspirasi berkaitan dengan rencana pemerintah Kabupaten Gianyar merevisi Perda yang berkaitan tentang retribusi penggantian biaya pendaftaran penduduk dan catatan sipil, kali ini Kamis 7 Januari 2010 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=47&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Rabo tanggal 6 Januari 2010 Pansus D DPRD Kabupaten Gianyar mengunjungi dua desa yaitu desa Peliatan, Kecamatan Ubud dan desa Bukian, Kecamatan Payangan dalam rangka melakukan sosialisasi, penjaringan aspirasi berkaitan dengan rencana pemerintah Kabupaten Gianyar merevisi Perda yang berkaitan tentang retribusi penggantian biaya pendaftaran penduduk dan catatan sipil, kali ini Kamis 7 Januari 2010 Pansus D mengunjungi beberapa objek wisata yang berada di kabupaten Gianyar tentunya berkaitan dengan rencana pemerintah kabupaten Gianyar menaikan retribusi masuk ke objek-objek wisata yang berada di daerah kabupaten Gianyar. Objek yang dipilih kali ini adalah objek kolam renang Bukit Jati yang terletak di sebelah timur laut kota Gianyar, objek Goa Gajah dan Pura Tirta Empul Tampaksiring. Dipilihnya ketiga objek wisata ini dengan pertimbangan bahwa objek kolam renang Bukit Jati merupakan objek yang banyak dikunjungi oleh warga masyarakat yang sebagian besar warga masyarakat Gianyar dan sebagian masyarakat dari kabupaten tetangga seperti Klungkung, Bangli dan Karangasem. Jadi yang menjadi objek retribusi adalah sebagian besar merupakan  masyarakat lokal setempat. Sedangkan objek wisata Goa Gajah dan Pura Tirta Empul memang sebagian besar pengunjungnya adalah wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal khususnya dari luar pulau Bali. Hal ini penting dijadikan bahan pertimbangan didalam mengenakan pungutan retribusi karena sudah menjadi komitmen legislative di dalam mengejar target pendapatan asli daerah ( PAD ) pada tahun 2010 ini kita jangan sampai membebani masyarakat setempat.</p>
<p style="text-align:left;">Sesuai dengan Perda Kabupaten Gianyar No. 3 Tahun 2005 Tentang Retribusi Masuk Tempat Rekreasi dan Olah Raga,<span id="more-47"></span> tarif retribusi yang dikenakan masih tergolong sangat kecil yaitu RP. 3000,- untuk anak-anak dan Rp. 6000,- untuk dewasa, baik untuk wisatawan local maupun mancanegara. Sedangkan kalau kita bandingkan dengan objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan misalnya sudah mencapai kisaran R. 15.000,- sampai Rp.25.000,- . khusus untuk objek wisata selain objek wisata kolam renang Bukit Jati pemerintah Kabupaten Gianyar sesuai rancangan Perda yang baru berencana menaikan retribusi yang semula Rp. 3000 untuk anak-anak menjadi Rp. 7500 dan untuk dewasa dinaikan dari Rp.6000 menjadi Rp.15000. Kenaikan ini dinilai wajar mengingat kondisi saat ini, hanya saja kami selaku anggota DPRD sebagai lembaga perwakilan Rakyat tetap menekankan agar pemerintah terus mengupayakan penataan objek serta meningkatkan mutu pelayanan pada setiap objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Gianyar. Namun demikian khusus untuk rencana kenaikan retribusi pada objek wisata kolam renang Bukit Jati perlu kita pertimbangkan bersama melihat kondisi objek yang sangat memprihatinkan dan terkesan sangat kumuh dan jorok lebih-lebih yang menjadi objek retribusi disini sebagian besar warga masyarakat Gianyar. Kenaikan tarif dari semula Rp.3000 untuk anak-anak menjadi Rp. 5000 dan dari Rp.6000 menjadi Rp. 10.000 untuk dewasa sangatlah tidak layak dibandingkan dengan fasilitas yang dinikmati oleh masyarakat ungkap I Made Sudirga, SH salah satu anggota Pansus D. Seharusnya pemerintah melakukan penataan objek terlebih dahulu. Lebih jauh Sudirga menyampaikan dari letak geografis objek kolam renang Bukit jati sangat strategis dan bahkan bisa menjadi paru-paru kota dan tempat rekreasi yang sangat menarik khususnya bagi masyarakat lokal. Kolam renang yang dikelilingi persawahan dan di ujung timurnya terdapat sebuah bukit kecil kalau ditata dengan apik akan menjadi objek yang sangat menarik. Ini merupakan potensi yang masih bisa dikembangkan, saya kira Gianyar mempunyai banyak pengalaman didalam penataan kawasan lebih-lebih Bupatinya kan praktisi pariwisata bahkan ketua PHRI Bali? Jadi beliau adalah pakarnya di bidang ini, tegas Sudirga.<a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/papan2.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-51" title="papan" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/papan2.gif?w=458&#038;h=300" alt="" width="458" height="300" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/goa-gajah2.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-53" title="goa-gajah" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/goa-gajah2.gif?w=458&#038;h=306" alt="" width="458" height="306" /></a><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/tirtaempul.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-54" title="tirtaempul" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/tirtaempul.gif?w=458&#038;h=328" alt="" width="458" height="328" /></a>Gambar Atas:  Objek wisata Goa Gajah dan Tirta Empul. Bawah : Objek kolam renang Bukit Jati.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kolam-renang2.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-55" title="kolam-renang2" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kolam-renang2.gif?w=458&#038;h=333" alt="" width="458" height="333" /></a><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kebun-bj.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-56" title="kebun-bj" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kebun-bj.gif?w=458&#038;h=296" alt="" width="458" height="296" /></a><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/toilet.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-57" title="toilet" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/toilet.gif?w=458&#038;h=323" alt="" width="458" height="323" /></a><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/loker.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-58" title="loker" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/loker.gif?w=458&#038;h=283" alt="" width="458" height="283" /></a><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kolam-renang.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-59" title="kolam-renang" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kolam-renang.gif?w=458&#038;h=287" alt="" width="458" height="287" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirga18.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirga18.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirga18.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirga18.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirga18.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirga18.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirga18.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirga18.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirga18.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirga18.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirga18.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirga18.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirga18.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirga18.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=47&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/08/catatan-perjalanan-pansus-d-dprd-gianyar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89d2261fb5efcbb634be8727a222f8f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirga18</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/papan2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">papan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/goa-gajah2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">goa-gajah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/tirtaempul.gif" medium="image">
			<media:title type="html">tirtaempul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kolam-renang2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kolam-renang2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kebun-bj.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kebun-bj</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/toilet.gif" medium="image">
			<media:title type="html">toilet</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/loker.gif" medium="image">
			<media:title type="html">loker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/kolam-renang.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kolam-renang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>To Be dan To Have</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/07/to-be-dan-to-have/</link>
		<comments>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/07/to-be-dan-to-have/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 12:13:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirga18</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[menjalani hidup]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi menjalani hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirga18.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua kata yang sangat menentukan corak hidup Kita. Kesalahan memilih kata yang dijadikan sebagai kendali hidup akan berujung pada kehancuran. Sebaliknya, bila Kita tepat memilihnya, maka perjalanan hidup Kita akan dipenuhi dengan prestasi dan kemuliaan hidup. Dua kata itu adalah To Be dan To Have. To Be adalah keinginan Kita untuk “menjadi”. Keinginan itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=45&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada dua kata yang sangat menentukan corak hidup Kita. Kesalahan memilih kata yang dijadikan sebagai kendali hidup akan berujung pada kehancuran. Sebaliknya, bila Kita tepat memilihnya, maka perjalanan hidup Kita akan dipenuhi dengan prestasi dan kemuliaan hidup. Dua kata itu adalah <strong><em>To Be</em></strong> dan <strong><em>To Have</em>.</strong></p>
<p><em>To Be</em> adalah keinginan Kita untuk “menjadi”. Keinginan itu dikaitkan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang anda miliki. Contoh menjadi pengusaha terbaik di Indonesia yang mampu memperkerjakan 20 ribu lebih karyawan atau keinginan menjadi manager terbaik di perusahaan tempat bekerja.</p>
<p><em>To Have</em> adalah keinginan Kita untuk “memiliki” sesuatu. Keinginan tersebut dikaitkan dengan proses meraih benda-benda materi atau hasil akhir dari sebuah usaha sebagai bentuk dorongan dari kesenangan duniawinya. Contoh dari <em>To Have</em> adalah keinginan untuk mendapatkan gaji, tunjangan, fasilitas, rumah, mobil, popularitas, status, dan pujian.</p>
<p>Perbedaan <em>To Be</em> dan <em>To Have </em>terletak pada titik tujuan yang hendak dicapai, bukan pada kata-kata. Misalnya, ketika Kita mengatakan ingin menjadi manager terbaik, pernyataan itu bisa menjadi <em>To Be,</em> bisa juga menjadi <em>To Have</em>. Iya sangat tergantung dari apa yang menjadi fokus pengejarannya.</p>
<p>Bila yang Kita kejar adalah gaji manager, fasilitas manager, mendapat pengakuan dan pujian dari banyak orang, maka keinginn itu merupakan <em>To Have</em>. Tetapi kalau yang Kita kejar adalah kesempatan berprestasi yang lebih besar dan bertanggung jawab sebagai seorang manager dengan mengerahkan semua kemampuan yang Anda miliki, maka keinginan itu merupakan <em>To Be</em>.</p>
<p>Kalau pikiran Kita dijejali <em>To Have</em>, maka kecenderungannya adalah setiap apa yang Kita lakukan harus selalu mendapat balasan, terutama yang sifatnya lebih ke materi dan kesenangan duniawi. Kita tidak tertantang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar kalau tidak dibayar setimpal atau mendapat kesenangan duniawi lainnya. Prestasi kerja Kita menjadi terbatas karena Kita hanya bekerja sesuai imbalan atau balasan yang diterima dari perusahaan. Akhirnya, potensi diri Kita stagnan dan tidak akan penah berkembangan.</p>
<p>Ketika Kita mengejar <em>To Have</em>, seringkali Kita tergoda untuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan <em>To Have</em>. Kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Banjaran, adalah salah satu contohnya. Akibat orentasi hidupnya adalah <em>To Have</em>, orang-orang yang terlibat kasus itu hidupnya dipenuhi kegelisahan. Bahkan, sudah ada beberapa pelaku yang mendekam di balik jeruji. Nama baik ternoda. Harga diri keluarganya pun anjlok.</p>
<p>Namun demikian, bukan berarti <em>To Have</em> dilarang. Hanya saja , <em>To Have</em> tak boleh dijadikan kemudi hidup. Bila Kita ingin punya rumah dan mobil, jangan pikirkan rumah dan mobil mewahnya <em>(To Hav</em>e). Pikirkan prestasi apa yang harus Kita raih agar Kita mampu membeli rumah dan mobil. Bill Gates bias menjadi orang terkaya didunia setelah dia berprestasi dibidang computer. M. Yunus mendapat hadiah nobel setelah berprestasi dibidang microfinance. C. Ronaldo mendapat bayaran mahal setelah ia berprestasi di bidang sepakbola.</p>
<p>Bila Kita ingin meraih sukses jangka panjang sekaligus kemulian hidup, jadikan <em>To Be </em>sebagai kemudi hidup Kita. Sebesar dan sehebat apa pun Kita, bila menjadikan <em>To Have</em> sebagai kendali hidup, kehancuran menanti Kita. Lehman Brothers adalah contoh paling anyar untuk hal ini.</p>
<p>Jadikanlah <em>To</em> <em>Be</em> sebagai kendali hidup dan yakinlah <em>To Have</em> pasti akan mengikuti Kita.</p>
<p><em> </em></p>
<p>Dikutip dari tulisan Jamil Azzaini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirga18.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirga18.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirga18.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirga18.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirga18.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirga18.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirga18.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirga18.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirga18.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirga18.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirga18.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirga18.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirga18.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirga18.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=45&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/07/to-be-dan-to-have/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89d2261fb5efcbb634be8727a222f8f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirga18</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JANGAN  SAMPAI  RAKYAT  TERBEBANI.                                                                                                                      Sebuah catatan Pansus D. DPRD Gianyar ( 1 ).</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/06/jangan-sampai-rakyat-terbebani-sebuah-catatan-pansus-d-dprd-gianyar-1/</link>
		<comments>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/06/jangan-sampai-rakyat-terbebani-sebuah-catatan-pansus-d-dprd-gianyar-1/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 13:22:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirga18</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Wakil rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran daerah]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran daerah gianyar]]></category>
		<category><![CDATA[apbd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirga18.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Peraturan Daerah ( Perda ) Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Gianyar sudah disahkan bersama oleh DPRD   dan Bupati Gianyar bulan Desember lalu dan sudah mendapatkan verifikasi dari Gubernur Bali, itu artinya APBD sudah bisa dilaksanakan oleh Bupati Gianyar. Tugas DPRD selanjutnya adalah mengawasi dan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan Perda APBD [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=41&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peraturan Daerah ( Perda ) Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD ) Kabupaten Gianyar sudah disahkan bersama oleh DPRD   dan Bupati Gianyar bulan Desember lalu dan sudah mendapatkan verifikasi dari Gubernur Bali, itu artinya APBD sudah bisa dilaksanakan oleh Bupati Gianyar. Tugas DPRD selanjutnya adalah mengawasi dan melakukan kontrol terhadap pelaksanaan Perda APBD tersebut. Sekalipun pos pendapatan melalui Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) mengalami peningkatan yang cukup fantastis yaitu dari Rp. 106,85 milyar pada tahun anggaran 2009 ditargetkan meningkat pada tahun anggaran 2010 menjadi Rp. 127,82 milyar, itu artinya ada peningkatan sebesar  Rp. 20,97 milyar atau kurang lebih 19,63 persen. Tapi sayang peningkatan dari pos PAD tidak dibarengi dengan peningkatan dari dana yang bersumber dari Dana Perimbangan yang diterima dari pemerintah pusat pada tahun ini, bahkan pendapatan yang bersumber dari DAU ( Dana Alokasi Umum ) dan DAK ( dana Alokasi Khusus ) mengalami penurunan yang sangat tajam. DAU pada tahun 2010 penerimaannya sebesar Rp. 387,49 milyar sedangkan penerimaan tahun 2009 sebesar Rp. 393,59 milyar . ini berarti mengalami penurunan sebesar Rp. 6,205 milyar . sementara penerimaan dari pos DAK  tahun 2010 sebesar Rp. 43,76 milyar  sedangkan pada tahun 2009 realisasi penerimaan dari sektor ini sebesar Rp. 59,61 milyar, ini berarti mengalami penurunan sebesar Rp. 15,851 milyar lebih. Pendapatan dari Bagi Hasil Pajak / bagi Hasil Bukan Pajak juga mengalami penurunan sebesar Rp. 895,19 juta lebih. Bahkan Pendapatan Daerah yang bersumber dari lain – lain Pendapatan Daerah yang sah juga mengalami penurunan yang sangat tajam mencapai  Rp. 11,87 milyar. Sehingga secara keseluruhan APBD Gianyar mengalami penurunan hampir sebesar Rp. 40 milyar dari Rp. 703 miliar pada APBD tahun 2009 menjadi Rp. 665,365 milyar pada APBD 2010. Ada beberapa faktor yang menyebabkan menurunnya penerimaan  dari pos dana bagi hasil dari pemerintah pusat, salah satunya meningkatnya bilangan pembagi sebagai konsekwensi dari terjadi pemekaran baik pemekaran propinsi maupun kabupaten di tingkat nasional serta lemahnya lobi-lobi yang dilakukan oleh bupati Gianyar kepada pemerintah pusat.<span id="more-41"></span> Sudah menjadi rahasia umum untuk mendapatkan dana ataupun proyek dari pemerintah pusat seorang Bupati harus gencar melakukan lobi pada pemerintah pusat serta harus menyiapkan dana pendamping.</p>
<p>Penurunan APBD yang sangat besar tentu membawa konsekwensi pemerintah Kabupaten Gianyar harus melakukan efisiensi di segala bidang bahkan Bupati Gianyar terpaksa mengambil kebijakan yang tidak populer yaitu memotong tunjangan beban kerja bagi PNS di lingkungan pemerintah Gianyar sebesar 40 % yang sempat mengundang reaksi keras dan demonstrasi oleh kalangan LSM di Gianyar. Karena tahun – tahun sebelimnya pemerintah Kabupaten Gianyar menganggarkan dana sebesar Rp. 59 milyar untuk tunjangan beban kerja bagi pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintahan Kabupaten Gianyar. Pemotongan tunjangan beban kerja seharusnya dapat difahami karena disamping tidak melanggar aturan yang ada dan, dari Rp. 665,36 milyar APBD Gianyar tahun anggaran 2010 hampir 65% diperuntukan untuk membayar gaji pegawai. Sesuai dengan aturan perundang-undangan tunjangan beban kerja seharusnya diberikan secara selektif kepada PNS yang benar-benar memiliki beban kerja, seperti petugas pemadam kebakaran, guru, dokter atau perawat yang ditugaskan di daerah terpencil, bendahara pengelola kas daerah dll. Tapi kenyataannya di Kabupaten Gianyar semua PNS diberikan tunjangan beban kerja secara merata sesuai jabatan dan tingkatannya.</p>
<p>Untuk mencapai target PAD sebesar Rp. 127,82 milyar tahun 2010 ini,  pemerintah Gianyar harus bekerja keras salah satu upaya yang dilakukan adalah merevisi beberapa Perda terutama yang berkaitan dengan retribusi daerah seperti : retribusi tempat rekreasi dan olah raga, retribusi parkir,  retribusi terminal, retribusi pengujian kendaraan bermotor, pajak reklame, retribusi tanda daftar perusahaan, surat ijin usaha perdagangan, dan retribusi penggantian biaya pendaftaran penduduk dan catatan sipil. Yang mana kesemuaan dari Raperda ini sudah diajukan oleh Bupati Gianyar kepada DPRD Gianyar pada tanggal 28 Desember lalu untuk selanjutnya di bahas oleh DPRD Gianyar. Untuk membahas Raperda ini DPRD telah membentuk Pansus yang sudah mulai bekerja dan ditargetkan akhir bulan Januari 2010 Raperda dimaksud sudah disahkan menjadi Perda.</p>
<p>Kalau kita lihat sekilas dari kesemuaan Raperda yang dibahas sebagian besar objeknya adalah masyarakat, oleh karenanya dibutuhkan kearifan dari pihak pemerintah dan DPRD didalam mengambil keputusan pada akhirnya jangan sampai untuk mengejar target PAD kemudian rakyat harus terbebani. Lihat saja contohnya Raperda tentang retribusi penggantian biaya pendaftaran penduduk dan catatan sipil. Target peningkatan seperti apa yang diharapkan pemerintah dari sektor ini? Target yang dipatok pada tahun ini sangatlah kecil yaitu hanya Rp. 500 juta sedangkan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah baik untuk pengadaan blangko dan tehnologi pembuatan KTP misalnya mencapai hampir Rp. 2,6 milyar. Mengapa pemerintah tidak berusaha menggenjot dari sektor lain saja seperti retribusi masuk objek wisata misalnya yang masih tergolong sangat murah di Gianyar kalau dibandingkan dengan Kabupaten lain dan objek-objek wisata buatan yang dikelola oleh swasta?, yang sudah pasti objeknya bukanlah masyarakat lokal saja. Seharusnya pemerintah berani mengambil terobosan untuk tertib administrasi penduduk dengan membebaskan biaya pengurusan KTP dan KK misalnya, toh pendapatan dari sektor ini tidak sebanding dengan anggaran yang harus disediakan disisi lain pemerintah tidak mungkin menarik keuntungan dari sektor ini. Lebih- lebih pemerintah sangat berkepentingan dengan tertib administrasi penduduk sebagai data base baik untuk kepentingan Pilkada maupun Pemilu dan sebagai data base untuk menyusun kebijakan-kebijakan selanjutnya. Dengan biaya Rp. 8000,- untuk pembuatan KTP dan Rp. 5000,- untuk pembuatan KK saja masyarakat enggan melengkapi dirinya dengan identitas diri apalagi harus dinaikan menjadi Rp. 10.000,- demikian diungkapkan oleh Kepala Desa Bukian pada saat Pansus D DPRD Kabupaten Gianyar yang dipimpin oleh wakil ketua Pansus I Made Sudirga, SH turun ke desa Bukian Kecamatan payangan dan desa Peliatan Kecamatan Ubud dalam rangka sosialisasi dan penyerapan aspirasi terkait dengan pembahasan Raperda tentang retribusi penggantian biaya pendaftaran penduduk dan catatan sipil Rabo 6 januari 2010, hal yang sama juga disampaikan oleh Ir. I Made Budiasa Kepala Desa Peliatan, Ubud. Lebih lanjut Budiasa mengungkapkan biasanya masyarakat yang enggan mengurus KTP adalah masyarakat petani dari golongan ekonomi lemah yang jarang bepergian dan jarang berurusan dengan sebuah instansi baik swasta maupun pemerintah. Untuk itu diharapkan pemerintahan Cok Ace berani membuat terobosan untuk memberikan pelayanan gratis khusus untuk pengurusan KTP dan Kartu Keluarga ( KK ) ungkap kedua kepala desa ini. Dalam pertemuan itu juga terungkap bahwa masih diterimanya surat keterangan domisisli sebagai pengganti KTP pada saat berurusan dengan suatu instansi  misalnya pengurusan SIM, Sertifikat tanah, dan lain sebagainya ditenggarai menjadi salah satu faktor keengganan masyarakat mengurus KTP, untuk itu  I Made Sudirga, SH berjanji akan membahasnya dalam rapat kerja dengan instansi terkait khususnya dinas catatan sipil kabupaten Gianyar. Kami mendapat masukan-masukan yang sangat positif melalui pertemuan ini dan kami akan membahas dan akan memperjuangkannya, ungkap Sudirga. Lebih jauh Sudirga menyampaikan kalau toh retribusi khususnya pengurusan KTP dan Kartu Keluarga harus dinaikan menjadi Rp. 10.000,- hal ini harus dibarengi dengan peningkatan pelayanan dan kemudahan didalam pengurusannya. Misalnya dengan menunjukan surat domisili atau pengantar dari Kelian Banjar yang sudah disahkan oleh Kepala Desa masyarakat bersangkutan bisa di ambil foto langsung dikantor camat dan pada hari itu juga bisa pulang dengan mengantongi KTP seperti pembuatan SIM misalnya. Jadinya masyarakat tidak terbebani biaya pencetakan pas photo lagi, terang sudirga. harus difahami bersama penyiapan sarana baik software maupun hardware untuk pencetakan KTP apalagi KTP berwarna seperti SIM membutuhkan biaya yang tidak sedikit.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirga18.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirga18.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirga18.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirga18.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirga18.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirga18.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirga18.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirga18.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirga18.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirga18.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirga18.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirga18.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirga18.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirga18.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=41&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/06/jangan-sampai-rakyat-terbebani-sebuah-catatan-pansus-d-dprd-gianyar-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89d2261fb5efcbb634be8727a222f8f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirga18</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Dari Arena Konferensi Cabang III PDI Perjuangan Gianyar</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/05/catatan-dari-arena-konferensi-cabang-iii-pdi-perjuangan-gianyar/</link>
		<comments>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/05/catatan-dari-arena-konferensi-cabang-iii-pdi-perjuangan-gianyar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 15:27:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirga18</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[moralitas politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirga18.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Konferensi cabang PDI Perjuangan III telah berakhir pada hari Senin 4 Januari 2010, Konfercab merupakan agenda lima tahunan. Melalui konfercab ini program kerja partai lima tahun ke depan dirumuskan. Seperti biasa agenda yang paling menonjol didalam setiap pelaksanaan suatu konferensi dari sebuah partai politik manapun adalah pemilihan ketua partai pada tingkatannya termasuk susunan struktur kepengurusannya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=37&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/konfercab.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-38" title="konfercab" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/konfercab.gif?w=150&#038;h=81" alt="cok ace" width="150" height="81" /></a>Konferensi cabang PDI Perjuangan III telah berakhir pada hari Senin 4 Januari 2010, Konfercab merupakan agenda lima tahunan. Melalui konfercab ini program kerja partai lima tahun ke depan dirumuskan. Seperti biasa agenda yang paling menonjol didalam setiap pelaksanaan suatu konferensi dari sebuah partai politik manapun adalah pemilihan ketua partai pada tingkatannya termasuk susunan struktur kepengurusannya. Tetapi kali ini saya tidak akan menyoroti prihal pemilihan pimpinan PDI Perjuangan lima tahun kedepan, karena menurut saya pergantian pimpinan suatu organisasi lebih-lebih organisasi politik semacam PDI Perjuangan adalah merupakan hal yang biasa, dan seperti biasanya pola penyusunan kepengurusan pada suatu partai politik tidak terlepas dari kepentingan politik itu sendiri, sehingga saya tidak terlalu heran dengan terdepaknya beberapa kader senior PDI Perjuangan dari susunan kepengurusan DPC PDI Perjuangan Gianyar periode 2010-2015.</p>
<p>Ada kejadian menarik dan menggelitik ketika Konfercab III PDI Perjuangan Gianyar dilaksanakan, yang membuat saya geli dan tertarik untuk menjadikannya sebagai catatan pribadi saya.<span id="more-37"></span> Tidak seperti biasanya PDI Perjuangan mengundang pejabat didalam melaksanakan kegiatan partai, lebih-lebih pejabat yang pernah berseberangan faham politik bahkan pernah menjadi revalitas didalam perebuatan kekuasaan. Tetapi pada pelaksanaan Konfercab kali ini saya melihat kehadiran Dr. Ir. Tjokorde Oka Artha Ardana Sukawati, Msi yang sering dipanggil Cok Ace yang tiada lain adalah Bupati Gianyar yang pernah mengalahkan AA. Gde Agung Bharata, ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar yang segera akan demisioner didalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2008 lalu.</p>
<p>Kehadiran Cok Ace disamping karena beliau memang diundang, tentunya beliau ingin menunjukan kebesaran jiwa seorang pemimpin yang sangat menghargai keragaman dan tidak membedakan warna politik. Tetapi apa boleh buat niat baik tidak selalu mendapat tanggapan yang baik pula. Sesuai agenda yang tertera didalam undangan seharusnya Bupati Gianyar memberikan kata sambutan tetapi entah apa alasan pihak panitia sambutan Bupati Gianyar kemudian dihilangkan pada detik-detik terakhir sebelum acara dimulai. Celakanya lagi, ketika giliran ketua DPC PDI Perjuangan Gianyar ( AA.G. Agung Bharata ) memberikan kata sambutan, kesempatan ini kemudian dimanfaatkan oleh Gung Bharata untuk mengkritik sikap dan kebijakan Cok Ace sebagai bupati Gianyar. Sekalipun disampaikan dengan nada canda dan tawa akan tetapi cukup memerahkan telinga yang dijadikan sasaran, betapa tidak…….? Tidak sewajarnya sebagai tuan rumah yang mengundang Gung Bharata mengkritik kebijakan bupati di depan kader sendiri lebih-lebih dalam hajatan yang sama sekali tidak terkait. Kalau toh ingin mengkritik kebijakan bupati toh bisa dilakukan melalui fraksi PDI Perjuangan di DPRD, dan itu sudah sering kami lakukan. Cok Ace hadir kali ini dalam kapasitas sebagai kepala pemerintahan yang sudah sewajarnya mengayomi semua partai yang ada di daerahnya. sebagai bupati yang di undang dan sudah selayaknya beliau mendapat sambutan yang hangat dari kader PDI Perjuangan bukan malah dikritik dan dipermalukan. Saya yakin Cok Ace memiliki jiwa besar untuk menerima kritik seperti itu, tetapi tetap saja menurut saya itu merupakan hal yang tidak elok dilakukan oleh seorang Gung Bharata. Bertentangan ideology dan faham politik adalah sah-sah saja tetapi bukankah kita harus tetap mengedepankan moralitas dan sikap sopan santun.</p>
<p>Selaku kader partai saya merasa kejadian ini sangat memalukan dan menunjukan betapa dangkalnya sikap politik seorang yang pernah memimpin Gianyar. Tapi apa boleh buat semua sudah berlalu kita hanya bisa memetik hikmah dari kejadian memalukan ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirga18.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirga18.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirga18.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirga18.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirga18.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirga18.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirga18.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirga18.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirga18.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirga18.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirga18.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirga18.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirga18.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirga18.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=37&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/05/catatan-dari-arena-konferensi-cabang-iii-pdi-perjuangan-gianyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89d2261fb5efcbb634be8727a222f8f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirga18</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2010/01/konfercab.gif?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">konfercab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dimanakah Sesungguhnya Letak Kebahagiaan Itu?</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/04/dimanakah-sesungguhnya-letak-kebahagiaan-itu/</link>
		<comments>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/04/dimanakah-sesungguhnya-letak-kebahagiaan-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 16:40:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirga18</dc:creator>
				<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[hidup penuh kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[menjalani hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirga18.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Apakah saat ini kita sudah merasa bahagia…..? Dimanakah letak kebahagiaan yang sesungguhnya? Pertanyaan itu sangatlah sederhana akan tetapi mengandung makna yang sangat mendalam. Terkadang pertanyaan itu sulit dijawab karena saking sulitnya akhirnya manusia mencoba mengembalikan jawaban itu kepada Yang Diatas sana ( Tuhan Yang Maha Kuasa ). Orang hindu mengatakan kebahagiaan yang sesungguhnya adalah moksartam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=33&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah saat ini kita sudah merasa bahagia…..?</p>
<p>Dimanakah letak kebahagiaan yang sesungguhnya? Pertanyaan itu sangatlah sederhana akan tetapi mengandung makna yang sangat mendalam. Terkadang pertanyaan itu sulit dijawab karena saking sulitnya akhirnya manusia mencoba mengembalikan jawaban itu kepada Yang Diatas sana ( Tuhan Yang Maha Kuasa ). Orang hindu mengatakan kebahagiaan yang sesungguhnya adalah moksartam jagadhita ketika atman ( jiwa manusia ) menyatu dengan Sang Pencipta. Kurang lebih agama yang lain juga memiliki kepercayaan yang sama dengan istilah yang berbeda. Hanya saja jawaban seperti itu sangatlah abstrak dan sulit diterjemahkan. kebanyakan orang mengukur kebahagiaan dari apa yang dimilikinya, contoh saja; rumah mewah, mobil keluaran teranyar, jabatan yang tinggi, deposito untuk tujuh turunan, perusahaan yang besar dll. Akan tetapi pertanyaannya kemudian, apakah ketika semua itu sudah didapatkan dapatkah menjamin bahwa sesorang sudah bahagia?</p>
<p>Ada beberapa contoh orang sukses dan berlimpahkan harta pada jamannya, tetapi memiliki nasib yang tidak menyenangkan bahkan boleh dibilang tragis pada menjelang akhir hidupnya.</p>
<p>Ini adalah kisah nyata yang barangkali bisa kita jadikan referensi,” bahwa limpahan harta sesungguhnya tidak menjamin seseorang bahagia di dalam hidupnya”.<span id="more-33"></span></p>
<p>Pada tahun 1923 para miliuner Amerika Serikat berkumpul dalam sebuah acara di Hotel Edge Water Beach di Chicago, Amerika Serikat. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang sangat sukses pada jamannya, tetapi 25 tahun kemudian satu-persatu mereka mengalami nasib yang sangat tragis, contohnya:</p>
<p>-          Leon Fraser, Chairman of Bank of International  Settlement, Jesse Livermore, sang raja saham The Great Bear di     Wall Street, dan Ivan Krueger, seorang CEO perusahaan Hak Cipta, ketiganya memilih mati dengan cara bunuh diri.</p>
<p>-          Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Yang sebelum menemui ajalnya sempat dirawat dirumah sakit jiwa.</p>
<p>-          Albert Fall, Anggota cabinet Presiden Amerika Serikat meninggal dirumah kediamannya ketika baru saja keluar dari penjara.</p>
<p>-          Richard Whitney, seorang President New York Stock Exchange. Pria ini harus menghabiskan sisa hidupnya didalam penjara Sing Sing.</p>
<p>-          Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar didunia, meninggal di negeri orang lain yang jauh dari sanak keluarganya.</p>
<p>-          Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan baja ternama waktu itu, dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun sisa hidupnya sebelum akhirnya meninggal karena menderita sakit yang sangat parah.</p>
<p>Kisah tersebut diatas cukup memberikan gambaran bahwa sesungguhnya limpahan harta, popularitas, jabatan yang tinggi bukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia. Kebahagiaan memang menjadi dambaan setiap orang, hampir semua yang kita lakukan didalam kehidupan ini bermuara pada tujuan akhir yaitu hidup <strong>“ Bahagia”</strong>. Banyak orang mengatakan baru merasakan hidup ketika sudah menemukan kebahagiaan.</p>
<p>Pertanyaanya………di manakah kita dapat menemukan kebahagiaan? Apakah di Bank?, di sebuah hotel mewah?, di pusat perawatan kecantikan yang mewah?, di London?, di Bali?, atau dimana?</p>
<p>Sesungguhnya, kebahagiaan itu tidak perlu dicari kemana-mana karena ia ada di dalam hati setiap manusia.</p>
<p><strong><em>Carilah kebahagiaan di dalam hatimu! Telusuri  rasa bahagia itu didalam kalbhumu! Percayalah, kamu akan mendapatkannya karena ia tidak akan lari kemana-mana…</em></strong></p>
<p>Lantas, bagaimanakah caranya kita mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya?. Berikut hal-hal yang dapat kita lakukan untuk meraih kebahagiaan setiap saat:</p>
<ol>
<li>Bebaskan hati dari rasa iri hati, rasa benci dan bebaskan pikiran  dari segala kekhawatiran, karena menyimpan rasa benci, marah, iri hati ataupun dengki hanya akan membuat diri kita merasa tidak nyaman dan tersiksa.</li>
<li>Bermurah hatilah dalam memaafkan!, jika ada orang yang menyakiti hendaknya jangan dibalas sikap kasar lebih-lebih menyimpan dendam. Cobalah berteriak “ Hey…..kamu sudah saya maafkan! Sekalipun sesungguhnya dia belum minta maaf. Dengan bersikap demikian hati kita akan jauh merasa lebih tenang dan amarah kitapun bisa terkendali.</li>
<li>Mulailah berbagi! Coba create suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita lebih bermakna</li>
<li>Lakukanlah hal- hal yang bermakna! Hidup ini terlalu sayang untuk di sia-siakan, hidup didunia hanya sementara, jadi manfaatkan waktu yang ada dengan melakukan hal-hal yang berguna baik bagi diri sendiri, keluarga, lebih-lebih orang lain. Percayalah….dengan cara seperti ini maka kebahagiaan akan bertambah dan terus bertambah.</li>
<li>Dan yang terakhir, jangan terlalu berharap kepada orang lain, karena dapat dipastikan kita akan kecewa! Coba difahami, Kebahagiaan itu adalah tanggung jawab masing-masing, bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, ataupun orang lain, dengan demikian kita tidak akan pernah menyalahkan orang lain atas keadaan yang menimpa diri kita.</li>
</ol>
<p>Lebih baik kita perbanyak doa dan berharap kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena Dialah yang menciptakan kita dan menciptakan segala <strong>“ rasa”</strong> termasuk rasa bahagia yang selalu kita inginkan.</p>
<p>Akhirnya…………..</p>
<p>Robert G. Ingersoll pernah mengatakan, <strong><em>“ Tempat untuk berbahagia itu ada di sini. Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia”</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirga18.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirga18.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirga18.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirga18.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirga18.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirga18.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirga18.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirga18.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirga18.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirga18.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirga18.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirga18.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirga18.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirga18.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=33&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirga18.wordpress.com/2010/01/04/dimanakah-sesungguhnya-letak-kebahagiaan-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89d2261fb5efcbb634be8727a222f8f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirga18</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Kita Mengukir Sejarah Hidup?</title>
		<link>http://dirga18.wordpress.com/2009/12/24/bagaimana-kita-mengukir-sejarah-hidup/</link>
		<comments>http://dirga18.wordpress.com/2009/12/24/bagaimana-kita-mengukir-sejarah-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 16:41:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dirga18</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[menjalani hidup]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[penuh motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dirga18.wordpress.com/2009/12/24/bagaimana-kita-mengukir-sejarah-hidup/</guid>
		<description><![CDATA[Lahir, hidup dan meninggal adalah merupakan suatu kodrat yang pasti dilalui oleh setiap manusia di dunia. Tetapi pertanyaannya kemudian apakah kita cukup merasa puas hanya dengan menjalani kehidupan dengan apa adanya seperti itu ? Lahir – Hidup – Mati………..? Mengapa kebanyakan diantara kita cukup merasa puas hanya dengan&#8230; Lahir &#8211; Hidup kemudian meninggal ?. Hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=7&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lahir, hidup dan meninggal adalah merupakan suatu kodrat yang pasti dilalui oleh setiap manusia di dunia. Tetapi pertanyaannya kemudian apakah kita cukup merasa puas hanya dengan menjalani kehidupan dengan apa adanya seperti itu ?<a href="http://dirga18.files.wordpress.com/2009/12/bersama-banteng.gif"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-29" title="bersama-banteng" src="http://dirga18.files.wordpress.com/2009/12/bersama-banteng.gif?w=91&#038;h=150" alt="photo by dirga" width="91" height="150" /></a><br />
<strong>Lahir – Hidup – Mati………..?</strong><br />
Mengapa kebanyakan diantara kita  cukup merasa puas hanya dengan&#8230;  Lahir &#8211; Hidup kemudian  meninggal ?<span id="more-7"></span>. Hingga akhirnya yang tertinggal hanya<br />
tiga baris di batu nisannya :  Si Gugun, lahir tanggal sekian, dan meninggal  tanggal sekian!</p>
<p>Pepatah mengatakan,” gajah mati meninggalkan Gading, Manusia mati meninggalkan nama”.</p>
<p><strong>Seperti apakah seharusnya kita mengukir sejarah?</strong></p>
<p>Ada 3 hal yang bisa mempengaruhi mengapa setiap orang berbeda di dalam mengukir sejarah hidupnya antara lain :</p>
<p><strong>1. Kemauan</strong>.</p>
<p>Kemauan merupakan  kata kunci yang paling utama dan teramat penting dalam menentukan sejarah hidup kita.<br />
Mau menjadi apakah saya?<br />
Mau seperti apakah saya?<br />
Mau berada  di manakah saya?<br />
Ketiga pertanyaan diatas cukup mewakili perasaan kita ketika menjalani kehidupan terlebih pada era persaingan global seperti sekarang ini. Tentunya hanya diri kita sendirilah yang paling mengetahui, dan mampu menjawab ketiga pertanyaan tadi, dan kemudian menjabarkan dan mengaktualisasikannya di dalam kehidupan kita.</p>
<p>Cobalah kita catat dan kita inventarisasi semuanya. Baik itu melalui memori, diary, atau melalui selembar kertas. Setiap manusia hidup Pasti punya kemauan, Jangan pernah mengatakan bahwa kita tidak punya kemauan. Hidup ini terlalu pendek untuk disia-siakan. Karena dari kemauan inilah kita kemudian terpacu melakukan usaha-usaha untuk menggapai mimpi dan kemauan kita itu. Bung Karno Sang Proklamator pernah mengatakan gantungkanlah mimpimu setinggi langit karena dari sebuah mimpi yang kecil sekalipun  kamu bisa menjadi orang besar  dan mampu meraih keinginanmu!</p>
<p><strong>2. Ilmu / Keilmuan/ Pengetahun.<br />
</strong></p>
<p>Segala sesuatu yang kita inginkan ( kemauan ) tidak akan jatuh begitu saja dari langit, oleh karenanya kita harus berusaha untuk mendapatkannya. Ilmu adalah salah satu sarana yang vital untuk mencapai tujuan hidup kita. Percaya, segala sesuatu itu pasti ada ilmunya! Jika punya kemauan dan memiliki ilmunya, maka segala usaha akan tercapai dengan lebih baik. Itu sebabnya kita harus mau belajar dan belajar. bisa belajar dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.<br />
Ingat, tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar, mengenal, memahami, dan mengamalkan sesuatu hal yang bermanfaat bagi kehidupan , begitu juga bagi  orang lain.</p>
<p>Dan satu lagi&#8230;.</p>
<p><strong>3. Kesempatan.<br />
</strong></p>
<p>Jika kemauan ada, keilmuan ada, maka tinggal kesempatanlah yang memutuskan<br />
apakah sesorang  bisa mengukir sejarah dengan baik atau tidak. Kesempatan ini bisa datang dari mana saja, tergantung kecekatan dalam memanfaatkan setiap peluang yang ada. Kita tahu, seringkali Kesempatan itu hadir, tapi kita tidak mampu memanfaatkannya dengan benar, karena Keilmuannya kurang, meski Keinginan kita itu sebenarnya sudah besar. Jika ini terjadi, tidak jarang orang menyesal dan kadang menjadi berfikir bahwa nasib selalu tidak berpihak padanya.Sebenarnya tidak demikian ! Dia hanya tidak tahu bagaimana cara menyatukan 3K! Yaitu&#8230;</p>
<p><strong>Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan!</strong></p>
<p>Nah, sekarang kita mengetahui, apa yang harus kita lakukan untuk bisa mengukir sejarah dengan baik dalam hidup ini.  Padukan antara Kemauan, Keilmuan dan Kesempatan. Jika kemauan sudah ada, keilmuan sudah ada, maka kesempatan itu sebenarnya bisa dicari dan diupayakan!</p>
<p>Dan percaya&#8230; ketika ketiga unsur ini berpadu dalam hidup , maka sejarah kebesaran tentang diri kita didalam mengukir sejarah hidup telah dimulai.</p>
<p>Ingat!!!<br />
<em>&#8220;The difference between a successful person and others is in a lack of will&#8221;<br />
~ Vince Lombardi, Football Coach</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dirga18.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dirga18.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dirga18.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dirga18.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dirga18.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dirga18.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dirga18.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dirga18.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dirga18.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dirga18.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dirga18.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dirga18.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dirga18.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dirga18.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dirga18.wordpress.com&amp;blog=9087921&amp;post=7&amp;subd=dirga18&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dirga18.wordpress.com/2009/12/24/bagaimana-kita-mengukir-sejarah-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/89d2261fb5efcbb634be8727a222f8f6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dirga18</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dirga18.files.wordpress.com/2009/12/bersama-banteng.gif?w=91" medium="image">
			<media:title type="html">bersama-banteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
