08
Jan
10

Catatan Perjalanan Pansus D DPRD Gianyar (2).

Setelah Rabo tanggal 6 Januari 2010 Pansus D DPRD Kabupaten Gianyar mengunjungi dua desa yaitu desa Peliatan, Kecamatan Ubud dan desa Bukian, Kecamatan Payangan dalam rangka melakukan sosialisasi, penjaringan aspirasi berkaitan dengan rencana pemerintah Kabupaten Gianyar merevisi Perda yang berkaitan tentang retribusi penggantian biaya pendaftaran penduduk dan catatan sipil, kali ini Kamis 7 Januari 2010 Pansus D mengunjungi beberapa objek wisata yang berada di kabupaten Gianyar tentunya berkaitan dengan rencana pemerintah kabupaten Gianyar menaikan retribusi masuk ke objek-objek wisata yang berada di daerah kabupaten Gianyar. Objek yang dipilih kali ini adalah objek kolam renang Bukit Jati yang terletak di sebelah timur laut kota Gianyar, objek Goa Gajah dan Pura Tirta Empul Tampaksiring. Dipilihnya ketiga objek wisata ini dengan pertimbangan bahwa objek kolam renang Bukit Jati merupakan objek yang banyak dikunjungi oleh warga masyarakat yang sebagian besar warga masyarakat Gianyar dan sebagian masyarakat dari kabupaten tetangga seperti Klungkung, Bangli dan Karangasem. Jadi yang menjadi objek retribusi adalah sebagian besar merupakan  masyarakat lokal setempat. Sedangkan objek wisata Goa Gajah dan Pura Tirta Empul memang sebagian besar pengunjungnya adalah wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal khususnya dari luar pulau Bali. Hal ini penting dijadikan bahan pertimbangan didalam mengenakan pungutan retribusi karena sudah menjadi komitmen legislative di dalam mengejar target pendapatan asli daerah ( PAD ) pada tahun 2010 ini kita jangan sampai membebani masyarakat setempat.

Sesuai dengan Perda Kabupaten Gianyar No. 3 Tahun 2005 Tentang Retribusi Masuk Tempat Rekreasi dan Olah Raga, tarif retribusi yang dikenakan masih tergolong sangat kecil yaitu RP. 3000,- untuk anak-anak dan Rp. 6000,- untuk dewasa, baik untuk wisatawan local maupun mancanegara. Sedangkan kalau kita bandingkan dengan objek wisata Tanah Lot di Kabupaten Tabanan misalnya sudah mencapai kisaran R. 15.000,- sampai Rp.25.000,- . khusus untuk objek wisata selain objek wisata kolam renang Bukit Jati pemerintah Kabupaten Gianyar sesuai rancangan Perda yang baru berencana menaikan retribusi yang semula Rp. 3000 untuk anak-anak menjadi Rp. 7500 dan untuk dewasa dinaikan dari Rp.6000 menjadi Rp.15000. Kenaikan ini dinilai wajar mengingat kondisi saat ini, hanya saja kami selaku anggota DPRD sebagai lembaga perwakilan Rakyat tetap menekankan agar pemerintah terus mengupayakan penataan objek serta meningkatkan mutu pelayanan pada setiap objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Gianyar. Namun demikian khusus untuk rencana kenaikan retribusi pada objek wisata kolam renang Bukit Jati perlu kita pertimbangkan bersama melihat kondisi objek yang sangat memprihatinkan dan terkesan sangat kumuh dan jorok lebih-lebih yang menjadi objek retribusi disini sebagian besar warga masyarakat Gianyar. Kenaikan tarif dari semula Rp.3000 untuk anak-anak menjadi Rp. 5000 dan dari Rp.6000 menjadi Rp. 10.000 untuk dewasa sangatlah tidak layak dibandingkan dengan fasilitas yang dinikmati oleh masyarakat ungkap I Made Sudirga, SH salah satu anggota Pansus D. Seharusnya pemerintah melakukan penataan objek terlebih dahulu. Lebih jauh Sudirga menyampaikan dari letak geografis objek kolam renang Bukit jati sangat strategis dan bahkan bisa menjadi paru-paru kota dan tempat rekreasi yang sangat menarik khususnya bagi masyarakat lokal. Kolam renang yang dikelilingi persawahan dan di ujung timurnya terdapat sebuah bukit kecil kalau ditata dengan apik akan menjadi objek yang sangat menarik. Ini merupakan potensi yang masih bisa dikembangkan, saya kira Gianyar mempunyai banyak pengalaman didalam penataan kawasan lebih-lebih Bupatinya kan praktisi pariwisata bahkan ketua PHRI Bali? Jadi beliau adalah pakarnya di bidang ini, tegas Sudirga.

Gambar Atas:  Objek wisata Goa Gajah dan Tirta Empul. Bawah : Objek kolam renang Bukit Jati.


8 Tanggapan ke “Catatan Perjalanan Pansus D DPRD Gianyar (2).”


  1. Januari 12, 2010 pada 3:49 am

    apakah menaikkan retribusi ini potensial? saya lihat gianyar tak kekuarangan PAD jika monev dilakukan pada pemungutan PHR, PBB, villa dan lainnya. Selama ini kita slelau berpatokan pada potensi baru, tapi lalai supervisi perda sebelumnya. Saya kira banyak kebocoran di pemungutan PHR, PBB, pajak kendaraan.

    Mestinya Pemkab memberikan reward pada warga seperti petani, ibu rumah tangga, seniman, anak muda kreatif yang selama ini menjadi objek wisata. bukan membebani warga untuk objek wisata “rakyat” seperti di atas. Malahan, saya kira semua objek itu harus gratis. Mana ada turis renang di bukit jati? pasti cuman warga kebanyakan.

    Turis pasti memilih waka, pita maha, alila, seabrek hotel lain yang PPN-nya saja sudah bisa mengidupi biaya pembangunan. Asalkan Pemkab tak terus merekrut PNS baru, yg kita tahu tidak efisien. Bikin kantong bolong.

    Selamat bekerja pak, saya pasti mendukung wakil rakyat yg bekerja sepenuh hati.

  2. Januari 12, 2010 pada 12:07 pm

    Suksma Mbok Luh, sudah mampir dan commentnya. Masukan dan sumbang pemikiran dari berbagai khalayak sangat mendukung kami sebagai wakil rakyat dalam menjalankan tugas karena kemampuan kami khususnya saya sangat terbatas. Kami duduk disini bukan karena kami pintar tapi karena kami duluan mendapatkan kesempatan. Tapi saya akan terus belajar dan belajar khususnya belajar mendengarkan apa yg menjadi keinginan dan harapan masyarakat.
    Sebenarnya PAD Gianyar lumayan tinggi, pada tahun 2009 PAD terealisasi sebesar Rp. 106 Milyar lebih dan pada tahun 2010 di targetkan sebesar Rp.127 milyar. Ini adalah urutan ketiga di Bali setelah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Persoalan klasik yg terjadi hampir di setiap instansi pemerintah adalah terlalu banyaknya pegawai negeri sipil sehingga sebagian besar anggaran daerah tersedot untuk biaya rutin ( belanja pegawai ). Dari Rp. 633 milyar APBD Gianyar th 2010, Rp. 431 milyar digunakan untuk belanja pegawai baik di belanja langsung maupun belanja tidak langsung.
    Saya sependapat dgn mbak Luh De, semestinya Bupati mempertimbangkan untuk mengangkat PNS baru lebih2 DAU dari pusat cenderung menurun dari tahun ke tahun.
    Mengenai konvensasi untuk masyarakat Gianyar karena selama ini hanya sebagai objek wisata sudah diberikan dalam bentuk pemberian Sumbangan kepada setiap desa pekraman yg jumlahnya mencapai Rp. 15 jt per tahun per desa pekraman. Sumber dananya dari pajak PHR dan ini diberikan secara terus menerus sejak th 2000.
    Saya setuju dgn pendapat Mbok Luh De seharusnya sudah menjadi kewajiban pemerintah menyediakan ruang terbuka hijau sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat setempat, dan Bukit Jati menurut saya adalah tempat yg paling pas untuk Gianyar mengingat kota Gianyar yg sangat sempit dan tidak ada ruang lagi untuk itu. Jadi sudah seharusnya Bukit Jati di gratiskan dan untuk menutup biaya operasional Bukit Jati bisa dicarikan dari objek wisata lainnya yg banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
    Wah malah jadi kepanjangan dan terlalu serius neh……..

  3. Januari 16, 2010 pada 11:52 pm

    Saya sudah bertahun-tahun tidak ke Bukit Jati, tapi sepertinya sama sekali tidak berubah, atau mungkin lebih tepatnya tidak ada perbaikan. Masa restribusinya harus ditambah.

    • 4 dirga18
      Januari 17, 2010 pada 1:08 am

      Salam kenal Bung Cahya, terima kasih sudah mampir.
      Terjadi perdebatan yang sangat a lot ketika kami Pansus D rapat kerja dengan Diparda Gianyar tentang rencana kenaikan retribusi masuk
      Objek kolam renang Bukit Jati. Alasan menaikan retribusi karena sudah hampir lima tahun tdk ada kenaikan tidak bisa kami terima, karena
      Disisi lain selama lima tahun Bukit Jati tidak ada perbaikan yang berarti bahkan kesannya semakin kumuh, coba saja lihat ruang gantinya!
      Ketika pihak Diparda berdalih kenaikan itu untuk meningkatkan premi ansuransi yg dulunya Rp.100 menjadi Rp.1000 kami nilai mengada-ada, kalau demikian adanya
      Kenaikan yang dibebankan kepada masyarakat hanya untuk menguntungkan pihak ansuransi dong! Jangan-jangan ada kong kalikong antara pihak asuransi dengan oknum tertentu
      Di Diparda. Pansus tetap pada pendiriannya retribusi di Bukit Jati tidak dinaikan, kalau di Goa Gajah, Tirta Empul dan yang lainnya silahkan dinaikan
      Karena objek retribusinya memang kebanyakan wisatawan mancanegara.

      • Januari 17, 2010 pada 2:28 am

        Pak Made,

        Sebagai perbandingan tyang di Jogja. Sebuah kolam renang yang kalau kolamnya mungkin sama bagus ya, tapi fasilitas pendukungnya, seperti penitipan barang yang terkelola rapi, tempat pemandian dan ganti baju yang jauh lebih baik.

        Biayanya anak sekitar Rp 3.000,00; remaja-dewasa pelajar Rp 6.000,00; dewasa sudah bekerja/non-peljara Rp 10.000,00 per sekali datang.

        Memang kesannya bagi orang Jogja-pun Rp 10.000,00 itu mahal, pengelola tahu itu, sehingga mereka memberikan tawaran berlangganan. Jadi sebulan membayar antara Rp 100.000,00 hingga Rp 200.000,00 tergantung paket. Mungkin ini cukup menguntungkan bagi mereka yang hobi renang, dan lumayan menarik.

        Saya rasa bukan penaikan tarif yang diperlukan, namun bagaimana kreatifitas dalam mengelola pemasukkan di kolam renang.

        Yah, ini sekadar masukkan saja, dari warga yang jika pulang ke Bali berdomisili di Gianyar juga :)

  4. Januari 17, 2010 pada 4:34 am

    Bung Cahya,
    saya setuju semua kembali pada strategi pengelolaan dan management tentunya. sedang dalam tahap perencanaan Bukit Jati akan dijadikan objek wisata air ( kurang lebih seperti water boom ), sudah disiapkan dana pendamping dalam anggaran 2010. hanya saja saya pribadi khawatir nantinya akan dikelola secara ekslusif sehingga akan mempersempit ruang rekreasi bagi masyarakat kurang mampu. dari laporan pihak pengelola yang kami terima sebagian besar masyarakat yang memanfaatkan objek kolam renang ini kan masyarakat setempat dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. bahkan juga dilaporkan dengan biaya Rp.3000,- untuk anak-anak dan Rp.6000,- untuk dewasa saja menurut pengelola sudah memberatkan masyarakat apalagi kalau dinaikan.

  5. Januari 22, 2010 pada 7:57 am

    Kalau saya lihat dari foto-fotonya, kolam renang Bukit Jati bagus juga. Tapi, kok loker dan kamar gantinya seperti ndak terawat ya.

    Saya sih mendukung setiap upaya perbaikan sebuah obyek pariwisata termasuk dengan cara menaikkan retribusi. Selama itu ndak memberatkan masyarakat.

    Salam..

  6. 8 +ajiaryo
    April 14, 2010 pada 2:17 am

    pakde dpr turun ke lokasi obyek wisata itu harus. sesuai dgn tuntutan tugas untuk memantau sekaligus sebagai bahan evaluasi kedepan kearah yang lebih baik. tetapi tidak ada kalah pentingnya sekali – sekali dikontrol juga pemanfaatan restribusi tersebut apa ada untuk kepentingan pembangunan yangt dapat di rasakan masyarakat atau tidak ?.jangan seperti dana deposito PDAM menguap entah kemana dan sekarang beritanyapun sirna dari permukan tertindis oleh pemberitaan Gayus di Dep Pajak.tolong juga itu janji – janjinya paket bupati waktu kampanye jangan hanya janji aja buktikan kepada masyarakat apa yang telah diperbuat bupati dan wakilnya selama menjabat ? DPR juga sebagai mitra eksekutif jangan plesir terus keluar daerah dan bahkan ke luar negeri, mana hasilnya yang dibilang stady banding itu ? dalihBatam nyebrang ke singapura itu alasan klasik yang hanya bertujuan menghabiskan anggaran saja.manfaat dari tur itu apa untuk rakyat kasihan dong rakyat bayar pajak dan restribusi naik terus sementara fasilitas hiburan di tempat rekreasi begitu begitu aja, kayak baris berbaris aja jalan ditempat.kapan maju jalannya ?katanya punya Bupati pakar Pariwisata mana buktinya untuk Gianyar ? jangan waktu kampanye saja banyak program akhirnya setelah menjabat Ape Singade ( AS ).Seumur – umur belum pernah pegawai di korbankan ini malah jaman seperti ini penghasilan Pegawai di potong apa itu yang namanya kemajuan ? hari gini mikirin diri sendiri apa kata dunia ?


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.